Pertalian persahabatan memberikan seseorang tujuan dalam hidup sekaligus persaan bahwa dia tidak sendiri. “Tidak ada harta yang lebih berharga daripada seorang sahabat yang baik dan setia”, begitu kata bijak Scorates. Anda ingin sahabat? Berikut ini delapan kiat untuk mendapatkan teman yang baik dan setia.
Berusaha selalu ramah
Persahabatan tidak terjadi begitu saja, tetapi memerlukan usaha, perencanaaan dan pengaturan.dalam mencari sahabat, ya, harus ada niat dan tekad. Artinya, berani memulai dulu. Untuk itu perlu melatih diri dengan melakukan tindakan berikut ini:
Perkenalkan diri kepada orang baru di kantor, di taman, toko, tetangga baru, atau di kelas.
Ketika antre saat beli tiket atau mengambil uang di ATM, mulailah membuka pembicaraan dengan orang di dekat Anda.
Menyusun acara pesta makan malam kecil-kecilan, dengan tiga sampai lima orang, dan mengundang paling tidak seorang yang belum Anda kenal sama sekali.
Pada saat berada di pantai, kolam renang, tempat parker ataupun fasilitas umum lainnya, hampiri dan bercakap-cakaplah dengan dua atau tiga orang asing atau orang yang belum Anda kenal.
Ketika Anda punya masalah, temui beberapa orang di kantor atau di kelas Anda, terutama yang tidak dekat dengan Anda dan mintalah nasehatnya atau solusi untuk masalah yang Anda hadapi.
Undanglah beberapa orang yang ingin Anda kenal lebih dekat untuk untuk makan siang atau makan malam bersama
Dampingi teman Anda di kala sedih maupun senang
Kesetiaan merupakan unsure penting dalam persahabatan persahabatan yang baik terjadi kalau satu sama lain saling bertindak sebagai penyangga dan penyokong.
Biasakan berbaik hati dalam keseharian
Bagaikan matahari yang mancairkan es, berbaik hati sepanjang hari mampu malenyapkan penghalang dan rintangan antar sesame. Orang yang baik tidak pernah kekurangan sahabat.
Tunjukan perhatian yang tulus pada orang lain atau sahabat kita
“Dalam dua bulan Anda dapat menjalin banyak teman dengan lebih memperhatikan orang lain daripada dalam dua tahun Anda mendapatkan orang yang memperhatikan Anda,” tulisan pengarang Dale Carnegie
Usahakan keterbukaan
Orang yang mempunyai ikatan persahabtan yang kuat berusaha saling terbuka. Tak menutup-nutupi asal usul mereka, keadaan mereka saat ini, ataupun mimipi-mimpi mereka di masa depan. Orang tertarik pada mereka yang menerapkan seni penyingkapan diri
Sering-seringlah memuji
“Pujian bagaikan cahaya matahari yang mengangatkan jiwa manusia. Kita tidak dapat berbunga dan tumbuh tanpanya. Sementara itu kita umumnya hanya siap memberi kecaman pada orang lain, tapi enggan memberikan pujian yang menghangatkan,” kata Psikolog Jess Lair.
Minta maaf jika bersedih
Minta maaf adalah sarana untuk saling mencintai. Begitu sadar telah berbuat kesalahan dan melukai persaan teman, cepat-cepatlah minta maaf. Lakukan apapun sebagi silih untuk “dosa” Anda itu. Ungkapan penyesalan sambil meyakinkan teman itu betapa Anda menghargai persahtana kalian. Kalau teman masih diliputi persaan kesal, kerahkan upaya ganda untuk menembusnya.
Memberi maaf sat disakiti
Saat teman berbuat kesalahan, Anda memaafkan dengan kebesaran hati. Memberikan maaf tidak hanya menjaga persahabatan, tetapi juga mengakhiri berbagai “ganjalan” yang masih melekat akibat kesalah si teman itu. Untuk dapat memaafkan, baik juga mengingatkan diri kita bahwa seseorang teman adalah manusia juga, yang bias berbuat kesalahan. Awas hati-hati, menolak memberi berbahaya!
Persahabatan itu ibarat tanaman di kebun, tidak pernah mati begitu saja tanpa sebab. Jika ada persahabatan yang mati, pastilah satu atau kedua pihak besalah karena tidak mau memlihara. Makanya, persahabatan yang sehat, bersengat, dan menyegarkan perlu dijaga dan dipelihara dengan hati-hati.